Asuransi Jiwa Meninggalkan Premi Tunggal
Pendapatan premi tunggal menurun dalam beberapa tahun terakhir. Namun di lain sisi pendapatan premi reguler terlihat meningkat tipis.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu memaparkan, AAJI mencatat premi reguler meningkat 1,4% secara tahunan menjadi Rp 50,37 triliun pada semester I-2023. Sementara itu, premi tunggal turun 22% jadi Rp 35,86 triliun.
Togar menjelaskan, penurunan premi tunggal dan naiknya premi reguler bagus bagi perusahaan asuransi jiwa. "Memang premi tunggal dari kuartal ke kuartal makin menurun, sedangkan premi reguler makin menaik. Tapi, hal itu bagus buat going concern perusahaan," katanya.
Di masing-masing perusahaan asuransi kondisinya pun sama. PT Asuransi BRI Life misalnya mencatatkan penurunan premi tunggal di semester I-2023. Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila menerangkan, premi tunggal turun 5% menjadi Rp 2,62 triliun di semester I-2023.
Berbeda dengan BNI Life. Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan menjelaskan, premi reguler dan premi tunggal BNI Life mengalami kenaikan.
PT Asuransi Allianz Life Indonesia mengakui telah mengubah metode pembayaran premi reguler sejak tahun lalu. Director & Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Edwin Prayitno mengaku, strategi fokus ke premi reguler diambil untuk memberikan manfaat jangka panjang.
Tags :
#AsuransiPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023