Transformasi Ekonomi di Daerah Perlu Disiapkan
Seiring komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca, permintaan batubara bakal turun. Dampaknya mesti dipikirkan dan dimitigasi sejak sekarang. Hal itu mengemuka dalam peluncuran hasil penelitian terkait transisi berkeadilan di daerah penghasil batubara di Indonesia oleh Institute for Essential Services Reform (IESR), di Jakarta, Jumat (1/9). Penelitian itu dilakukan selama dua tahun di Kabupaten Paser, Kaltim, dan Kabupaten Muara Enim, Sumsel. Dari laporan penelitian diketahui, dana bagi hasil (DBH) dari pajak dan royalti pertambangan batubara berkontribusi signifikan pada pendapatan pemerintah daerah. Di Muara Enim, DBH berkontribusi hingga 20 % dari pendapatan daerah, sedangkan di Paser sekitar 27 %. Penurunan DBH akan berdampak besar pada operasional mengingat belanja pemda sebagian besar untuk operasional.
Hal itu tak terlepas dari rencana pengakhiran operasi PLTU dan komitmen transisi energi dari negara-negara yang jadi tujuan ekspor batubara. IESR mendorong agar diversifikasi dan transformasi ekonomi segera direncanakan guna mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi dari penurunan industri batubara. Analis Kebijakan Lingkungan IESR Ilham Surya mengatakan, pihaknya merekomendasikan DBH dapat lebih dioptimalkan untuk kebutuhan-kebutuhan dalam transisi. ”Selain itu, dana-dana CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) juga diarahkan untuk kegiatan-kegiatan berkaitan dengan transisi, bukan yang sifatnya santunan,” katanya. Rekomendasi lainnya terkait penyiapan SDM. Untuk jangka pendek, diperlukan peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya saat diarahkan untuk beralih ke sektor baru. Untuk jangka panjang, hal-hal terkait pekerjaan yang akan dibutuhkan, ditambahkan dalam kurikulum. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023