ERA APBN BEBAS PANDEMI
Hari ini, Rabu (16/8), Presiden Joko Widodo akan membacakan Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Anggaran 2024 cukup krusial lantaran menjadi APBN terakhir Presiden Joko Widodo. Tahun depan juga menjadi warsa puncak dari arah pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024. Tak hanya itu, RAPBN 2024 juga mengakomodasi postur fiskal dan asumsi dasar pertama kali di era endemi. Memang, APBN 2023 tidak lagi mengakomodasi anggaran penanganan Covid-19. Akan tetapi, APBN tahun ini disusun ketika Indonesia masih berstatus pandemi Covid-19 sehingga kebijakan anggaran pun amat fleksibel. Sementara itu, pada awal tahun ini pemerintah telah mengubah status pandemi menjadi endemi. Artinya, RAPBN 2024 dirangkai dengan optimisme yang cukup tinggi. Meski demikian, ujian pada 2024 tak bisa dibilang remeh baik dari sisi ekonomi maupun politik. Dari sisi ekonomi, pemerintah wajib membuktikan ketahanan fiskal dan ekonomi nasional dari hantaman ketidakpastian global. Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, APBN 2024 sejatinya tak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun ini yang berfokus pada antisipasi dan mitigasi risiko ketidakpastian. Secara khusus, belanja akan diprioritaskan pada perlindungan daya beli masyarakat. Maklum konsumsi menjadi satu-satunya sektor penopang produk domestik bruto (PDB) yang berpeluang tetap gemilang tahun depan. Normalisasi inflasi dan agenda Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dipastikan bakal mengerek konsumsi, baik di kelompok rumah tangga maupun lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga. Koordinator Wakil Ketua Umum IV Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek, dan Inovasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia Carmelita Hartoto, berpendapat tahun politik selalu penuh tantangan. Namun selama ini, Indonesia memiliki kisah sukses bahwa pemilu bisa berjalan aman dan damai. Dengan demikian, yang dibutuhkan pengusaha adalah mempertahankan capaian tersebut. "Ini bisa mengurangi keraguan calon investor," ujarnya.
Tags :
#APBNPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023