Multifinance Catat Kenaikan Rasio NPF
Kinerja sejumlah perusahaan pembiayaan masih terbelenggu kenaikan rasio pembiayaan bermasalah alias
non performing finance
(NPF). Contoh PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) atau Mandala Finance.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, per Juni 2023, NPF bersih MFIN mencapai 1,48%. Di Desember lalu, rasio pembiayaan bermasalah perusahaan ini masih 1,38%.
Managing Director Mandala Finance Cristel Lasmana mengatakan, kendati naik, NPF aman. "Angka NPF kami masih di bawah rata-rata NPF industri per Juni 2023," ungkap Cristel kepada Kontan, Rabu (9/8).
Tapi, secara tahunan, NPF industri pembiayaan sudah mengempis dari posisi Juni 2022 yang sebesar 2,81%. Piutang pembiayaan juga melesat 16,37% secara tahunan pada Juni 2023 menjadi Rp 444,51 triliun. Pertumbuhan piutang pembiayaan industri sejalan dengan capaian multifinance. Di Mandala Finance, misalnya, piutang pembiayaan Juni mencapai Rp 278,65 miliar, naik dari akhir 2022 sebesar Rp 263,34 miliar.
Strategi menekan NPF juga dilakukan PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Direktur Mandiri Tunas Finance William Francis mengatakan, perusahaan ini akan lebih selektif mengucurkan pembiayaan ke nasabah. "Kami menerapkan penyaluran kredit ke nasabah yang secara kemampuan bayar lebih stabil," katanya.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023