MENYIASATI ANOMALI DARI AS
Keputusan Fitch Ratings memangkas peringkat kredit Amerika Serikat (AS) dari AAA ke level AA+, Rabu (2/8), membawa secercah asa bagi negara berkembang. Lazimnya, situasi tersebut akan menuntun investor asing mengarahkan dananya ke pasar keuangan di negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Namun, data terkini kinerja pasar keuangan justru menunjukkan gelagat sebaliknya. Demikian pula dengan kinerja rupiah yang loyo di hadapan dolar AS. Dus, kondisi itu pun menuntut kewaspadaan pemerintah untuk terus berjibaku mengamankan pilar-pilar penopang ekonomi agar tetap moncer di tengah anomali yang terjadi. Harapannya, aliran dana investor asing tetap mengucur deras jika kinerja ekonomi Indonesia terus solid. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto, menjelaskan optimisme itu berpijak pada dua landasan. Pertama, pengalaman downgrade serupa yang dilakukan oleh S&P pada 2011 yakni dari AAA ke AA+. Kala itu, dampak ke pasar keuangan pun terbatas. Kedua, kondisi makroekonomi dan fiskal Indonesia yang jauh lebih sehat, ditandai dengan realisasi konsolidasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih cepat dari target. Pasalnya, kinerja APBN hingga semester I/2023 cukup solid yang diiringi dengan outlook defisit yang lebih rendah sehingga pemerintah memangkas penerbitan SBN secara signifikan, yakni dari Rp712,9 triliun menjadi Rp362,9 triliun. Tak hanya itu, inflasi juga telah berada di jalur alamiah yakni kisaran 3% (year-on-year/YoY), serta likuiditas domestik yang masih kuat didukung yield SBN yang kompetitif dan stabil. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, mengatakan kinerja ekspor bakal terdampak jika proyeksi Fitch soal resesi di AS betul-betul terjadi. Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, memandang SBN memiliki daya topang kuat dari likuiditas rupiah yang relatif cukup besar.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Pasar Dalam Tekanan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023