Ungkit Ekonomi Daerah, 30 Pasar Tradisional Direvitalisasi
Sebanyak 30 pasar tradisional di Tanah Air ditargetkan rampung direvitalisasi tahun ini. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 70 miliar sampai Rp 150 miliar per pasar untuk revitalisasi. Langkah ini diharapkan menjadi pengungkit ekonomi rakyat dan mendorong perekonomian daerah. Hal ini disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mendampingi Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Purwodadi, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Jumat (21/7). Dalam kunjungan itu, Presiden menemui ribuan pedagang dan pengunjung pasar yang berdatangan untuk melihat Kepala Negara dari dekat. Basuki menuturkan, 30 pasar tradisional yang akan dibangun tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Nias hingga ke Pulau Sulawesi. Pembangunan pasar ini didasari atas pengajuan pemda dan melihat kondisi pasar.
Revitalisasi ini bertujuan untuk mengangkat kembali marwah pasar tradisional agar lebih bersih dan sehat sehingga berdampak pada meningkatnya minat masyarakat bertransaksi di pasar. ”Kami tidak mengubah pasar menjadi mal, tetapi tetap sebagai pasar tradisional,” ujar Basuki. Untuk anggaran yang dialokasikan tergantung kondisi pasar, baik dari sisi luasan maupun jenis perbaikan yang akan diterapkan. Basuki mencontohkan revitalisasi Pasar Purwodadi di Bengkulu Utara, yang memperoleh alokasi dana sekitar Rp 110 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membangun kembali pasar dari awal. Dengan jumlah pedagang 1.000 orang, diperkirakan proses pembangunan pasar membutuhkan waktu Sembilan bulan. ”Kita akan buat pasar ini menjadi bersih,” kata Basuki. (Yoga)
Postingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023