;

Masih Banyak Uang Menganggur di Bank

Ekonomi Hairul Rizal 12 Jul 2023 Kontan
Masih Banyak Uang Menganggur di Bank

Pemerintah diminta mempercepat realisasi belanja pada tahun ini. Bukan hanya itu, pemerintah juga perlu memprioritaskan belanja produktif. Upaya tersebut harus ditempuh agar ramalan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sejumlah lembaga internasional antara 4,9%-5,1% tidak terjadi. Apalagi, konsumsi masyarakat sebagai tulang punggung produk domestik bruto (PDB) terindikasi melemah. Padahal pemerintah ingin pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa melaju hingga 5,3%. Bahkan seharusnya bisa lebih dari itu, mengingat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di awal pemerintahannya menargetkan ekonomi bisa tumbuh 7%. Dari data Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi belanja negara sepanjang semester I-2023 hanya mencapai Rp 1.255,7 triliun. Angka itu belum separuh dari target 2023 yang senilai Rp 3.061,2 triliun alias baru mencapai 41%. Dari data Kemkeu pula, realisasi belanja daerah sejak awal tahun hingga Mei 2023 baru mencapai Rp 305,61 trilliun, atau baru 23,91% dari target. Pertumbuhannya juga tipis, hanya 6,06% yoy. Namun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih optimistis, pertumbuhan ekonomi RI tahun ini di kisaran 5% hingga 5,3%. Perekonomian domestik, lanjut dia, masih akan ditopang konsumsi rumah tangga. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, percepatan belanja pusat maupun daerah memang perlu dilakukan sebagai upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, menurut dia, belanja yang bisa memberikan efek berganda pada perekonomian adalah belanja yang berkualitas dan bukan sekadar belanja rutin seperti belanja pegawai. Menurut dia, pemerintah bisa mendorong percepatan belanja yang berkualitas seperti belanja modal dengan membangun jalan, irigasi dan jaringan. Kemudian bisa juga dengan mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah yang belum terjangkau.

Tags :
#Makro
Download Aplikasi Labirin :