;

Kontribusi Tekfin

Ekonomi Ulhaq Z 12 Nov 2019 Republika
Kontribusi Tekfin

Sentuhan teknologi dalam industri keuangan melahirkan peer to peer (P2P) lending dengan segala dinamikanya. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memaparkan hasil riset Institute for Developmen of Economics and Finance (INDEF) yang bertajuk “Studi Dampak Fintech P2P Lending terhadap Perekonomian Nasional“. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa industri Fintech P2P Lending memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan besar untuk pertumbuhan ekonomi digital nasional. Dengan hadirnya Fintech P2P Lending  Indef mendata bahwa sebanyak 326 ribu orang terserap sebagai tenaga kerja, yang meningkat 68 persen dari tahun sebelumnya. Penyaluran dana dan investasi teknologi finansial membuat penurunan angka kemiskinan 0.7 persen, yang mengurangi penduduk miskin sejumlah 177 ribu jiwa. Keberadaan fintech kini makin relevan sebagai sarana untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia. Pendapatan masyarakat termasuk UMKM meningkat, antara lain tampak dalam peningkatan petani di desa sebesar 1,23 persen dan pekerja perdagangan di kota sebesar 2,59 persen, peningkatan pengeluaran rumah tangga pengusaha pertanian sebesar 1,34 persen, rumah tangga golongan rendah perkotaan sebesar 1,34 persen, dan rumah tangga golongan atas perkotaan sebesar 1,77 persen. Hingga September 2019 setidaknya 144 anggota terdaftar di bidang produktif multiguna, konsumtif, dan syariah. Dari jumlah tersebut 13 anggota telah memiliki status berizin dari OJK.

Download Aplikasi Labirin :