Kontribusi Tekfin
Sentuhan
teknologi dalam industri keuangan melahirkan peer to peer (P2P) lending dengan
segala dinamikanya. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memaparkan
hasil riset Institute for Developmen of Economics and Finance (INDEF) yang
bertajuk “Studi Dampak Fintech P2P
Lending terhadap Perekonomian Nasional“. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa
industri Fintech P2P Lending memiliki
potensi untuk terus berkembang dan berperan besar untuk pertumbuhan ekonomi
digital nasional. Dengan hadirnya Fintech
P2P Lending Indef mendata bahwa
sebanyak 326 ribu orang terserap sebagai tenaga kerja, yang meningkat 68 persen
dari tahun sebelumnya. Penyaluran dana dan investasi teknologi finansial
membuat penurunan angka kemiskinan 0.7 persen, yang mengurangi penduduk miskin
sejumlah 177 ribu jiwa. Keberadaan fintech kini makin relevan sebagai sarana
untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia. Pendapatan masyarakat termasuk
UMKM meningkat, antara lain tampak dalam peningkatan petani di desa sebesar
1,23 persen dan pekerja perdagangan di kota sebesar 2,59 persen, peningkatan pengeluaran
rumah tangga pengusaha pertanian sebesar 1,34 persen, rumah tangga golongan
rendah perkotaan sebesar 1,34 persen, dan rumah tangga golongan atas perkotaan
sebesar 1,77 persen. Hingga September 2019 setidaknya 144 anggota terdaftar di
bidang produktif multiguna, konsumtif, dan syariah. Dari jumlah tersebut 13
anggota telah memiliki status berizin dari OJK.
Tags :
#Financial TechnologyPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023