TARGET NET ZERO EMISSION : Hitachi Bawa Teknologi Percepat Transisi Energi
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia membutuhkan dukungan teknologi untuk bisa memenuhi tingginya kebutuhan listrik yang diproyeksi mencapai 1.942 terawatt hour (TWh) yang akan dipasok dari pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan atau EBT dengan kapasitas 700 gigawatt (GW). “Untuk mencapai hal tersebut , kami membutuhkan dukungan dari segi teknologi, industri, dan infrastruktur dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (19/6). Dia menjelaskan, persoalan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu tantangan utama dalam penyediaan tenaga listrik dari EBT. Pasalnya, Indonesia memiliki ribuan pulau dengan sumber energi berbeda-beda. Untuk menyiasati hal itu, pemerintah pun telah menyiapkan program nasional supergrid agar bisa menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, kerja sama yang dijalin dengan Hitachi Energy melingkupi upaya mempercepat transisi energi di Indonesia. CEO Hitachi Energy Claudio Facchin memastikan pihaknya akan mendukung Pemerintah Indonesia untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya transisi energi sebagai kunci menuju NZE.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Kemendagri Bentuk Satgas Khusus
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023