Melanglang Buana sebagai Wartawan
Sekelompok wartawan asing muda dari Republik Gambia, Sri Lanka, dan Thailand bergabung dalam program China International Press Communication Center (CIPCC) 2023 selama Maret-Juni 2023 di China, bersama 60-an wartawan lainnya dari kawasan Asia Pasifik, Afrika, Karibia, dan Eropa. Talibeh Hydara (31) sekarang bekerja sebagai asisten editor Standard Newspaper di Republik Gambia. Ia menangani segala topik yang membuatnya sebagai seorang generalis. Sudah delapan tahun laki-laki ini menekuni pekerjaan sebagai wartawan. ”Jurnalisme adalah panggilan bagi saya. Anda hanya harus mengikutinya. Tidak ada lagi yang masuk akal,” kata Hydara di sela-sela kunjungannya di Jinhua, Zhejiang, China, Selasa (30/5). Duka pekerjaan ini baginya adalah bersiap untuk menerima upah rendah, fenomena yang terjadi di industri media di banyak negara, juga kebebasan pers dan keamanan saat bekerja.
Mengutip Reporters Without Borders per 6 Juni 2023, sudah 11 wartawan dan satu pekerja media terbunuh selama tahun 2023.Dari Sri Lanka, Navodhya Pawani (30) tengah bekerja sebagai wartawan di Wijeya Newspapers Limited yang menerbitkan sejumlah majalah dan surat kabar, di antaranya Ada Newspaper. ”Sejak kecil, saya memiliki keinginan untuk bergabung dengan industri media. Ketika saya kuliah di jurusan media, saya tertarik untuk menjadi seorang jurnalis,” ujar wanita ini. Menjadi wartawan harus pandai beradaptasi. Ketika bertugas di luar negeri, dia harus siap merasakan perbedaan budaya, khususnya soal makanan. Pekerjaan sebagai wartawan tentulah tak mudah. Ada artikel yang harus ditulis, tenggat yang perlu dipenuhi, dan relasi yang perlu dijaga. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023