Transaksi Repo Dukung Pembiayaan Ekonomi
JAKARTA, ID - Bank Indonesia (BI) menilai, pasar repo berperan penting dalam pembiayaan ekonomi nasional, khususnya berkaitan dengan pasar surat utang. Dalam tiga tahun terakhir, transaksi repo di pasar uang Indonesia meningkat pesat. Nilai transaksi repo di pasar uang sampai dengan Mei 2023 secara year to date (ytd) mencapai Rp 11,4 triliun per hari. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, nilai transaksi tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 senilai Rp 500 miliar, tahun 2021 sebesar Rp 4,4 triliun, dan tahun 2022 yang mencapai Rp 7,3 triliun. Menurut dia, pasar repo yang likuid dan efisien akan mendorong perkembangan pasar uang sekaligus pasar sekunder surat berharga negara (SBN). “Khususnya SBN yang saat ini menjadi pilihan kolateral utama dalam transaksi repo. Apalagi saat ini, mayoritas SBN dimiliki oleh perbankan. Sebanyak sekitar 24% dari SBN, atau sekitar Rp 1.300 triliun, bonds SBN dimiliki oleh perbankan,” kata dia dalam acara penandatanganan perjanjian induk repo dan sosialisasi repo, di Jakarta, Senin (29/5/2023). Transaksi repo merupakan kontrak jual-beli efek dengan janji beli atau jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Efek dalam perjanjian induk repo ini berupa surat utang. Transaksi repo secara konsisten berada dalam tren peningkatan. “Jumlah pelaku juga naik dari hanya sebanyak 12 bank pada 2019, menjadi sekitar 34 bank pada tahun ini,” tutur dia. (Yetede)
Tags :
#Ekonomi MakroPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar
Transaksi Digital Melaju Kencang
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023