DPR Minta Belanja Lebih Bijak pada 2024
Sejumlah fraksi partai politik di DPR menilai target asumsi ekonomi makro yang diusulkan pemerintah untuk tahun 2024 cukup menantang di tengah ketidakpastian perekonomian global dan politik dalam negeri. Guna mencapai target yang ambisius itu, pemerintah diharapkan bisa membelanjakan anggaran dengan lebih bijak dan produktif. Dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5) sembilan fraksi di DPR menyampaikan sikap terhadap usulan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2024 yang diserahkan pemerintah kepada DPR pekan lalu. Fraksi PPP, salah satu partai pendukung pemerintah, menilai target yang dipasang pemerintah cukup ambisius. ”Apalagi mengingat masih tingginya dinamika ekonomi global dan risiko ketidakpastian di dalam negeri akibat momen pemilihan umum dan pergantian kepemimpinan nasional,” kata Jubir Fraksi PPP Muhammad Aras.
Sebagai gambaran, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi 2024 di kisaran 5,3-5,7 %, laju inflasi di rentang 1,5-3,5 %, serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS Rp 14.700-Rp 15.300. Tingkat bunga surat utang negara (SUN) 10 tahun disasar 6,49-6,91 %, harga minyak mentah Indonesia 75-85 dollar AS per barel, lifting minyak bumi 597.000-652.000 barel per hari, dan lifting gas bumi berkisar 999.000-1.054.000 barel setara minyak per hari.Pemerintah dinilai perlu berusaha lebih keras untuk mencapai target ekonomi yang ambisius itu. Dari sisi belanja negara, pemerintah diharapkan bisa membelanjakan anggaran negara lebih optimal. Mengacu pada pengalaman selama ini, ujarnya, realisasi belanja negara sering kali terlambat. Dalam KEM-PPKF2024, pemerintah menargetkan belanja negara di kisaran 13,97-15,01% dari PDB atau Rp 3.215,7 triliun-Rp 3.476,2 triliun. Sementara target pendapatan negara diasumsikan 11,81-12,38 % dari PDB atau Rp 2.719,1 triliun-Rp 2.865,3 triliun. (Yoga)
Tags :
#Belanja PemerintahPostingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023