;

Pengembang Rumah Subsidi Berharap Solusi

Ekonomi Yoga 23 May 2023 Kompas
Pengembang
Rumah Subsidi
Berharap Solusi

Pengembang berharap segera ada solusi kebijakan di tengah kesulitan membangun rumah bersubsidi. Pasokan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah terkendala kenaikan biaya produksi, sementara patokan harga jual rumah tidak mengalami penyesuaian selama 3,5 tahun terakhir. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengemukakan, tidak adanya kepastian kenaikan harga patokan rumah bersubsidi menjadi dilema pengembang dalam memasok rumah bersubsidi. Selama pandemi Covid-19, pengembang terus memasok rumah bersubsidi di tengah peningkatan harga material dan lahan meskipun harga jual rumah tidak naik.

”Setelah situasi Covid-19 berlalu dan mulai perbaikan (ekonomi), keprihatinan pengembang rumah bersubsidi sudah sulit ditahan karena kondisi harga material naik terus dan harga tanah yang tidak bisa dikendalikan,” ujar Junaidi, Senin (22/5/2023). Pemerintah tahun ini menargetkan penyaluran KPR bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan 229.000 unit, senilai Rp 25,18 triliun. Target itu lebih tinggi dibanding tahun lalu sejumlah 220.000 unit. Menurut Junaidi, selama ini pengembang menjadi pemasok utama rumah bersubsidi dalam program sejuta rumah. Namun, dalam setahun terakhir, orientasi pengembang bergeser akibat janji pemerintah untuk menerbitkan permenkeu (PMK) terkait kenaikan harga patokan rumah bersubsidi tidak kunjung terealisasi. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :