;

Menanti Aksi Korporasi BRIS

Ekonomi Hairul Rizal 03 May 2023 Kontan
Menanti Aksi Korporasi BRIS

Kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dalam tiga bulan pertama di tahun 2023 cukup solid. Laba bersih BRIS meningkat 47,6% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1,5 triliun. Kenaikan ini berasal dari pertumbuhan pembiayaan dan kemampuan bank dalam mempertahankan margin. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Eka Savitri dalam riset 28 April 2023 menjelaskan, selama kuartal I-2023, pertumbuhan kredit BRIS mencapai 20,2% secara tahunan dengan net interest margin (NIM) di 6%. Sementara biaya pembiayaan menurun 50 vos menjadi 143 bps. "Pertumbuhan pembiayaan berasal dari segmen konsumer yang memiliki risiko lebih rendah ketimbang segmen korporasi," jelas dia. Bank Syariah Indonesia diuntungkan karena memiliki 1.000 outlet dengan 1.031 cabang per Maret 2023 di seluruh Indonesia. Dalam waktu dekat, BSI juga akan sepenuhnya beroperasi digital dari saat ini hanya 47%. "Melalui digitalisasi, BSI berharap rasio kepemilikan produk menjadi meningkat," tutur Eka. Analis MNC Sekuritas Tirta Citradi dalam riset 15 Februari 2023 menambahkan, BRIS semakin unggul pasca merger. "Dengan menetapkan strategi empat pilar utama yakni pertumbuhan, efisiensi biaya, transformasi digital dan ekosistem Islam membuat BRIS makin unggul," ujar dia. Sejak mergerBRIS berhasil mengerek pembiayaan segmen konsumer meningkat lebih dari 50%. Sementara porsi dana murah (CASA) menjadi berkisar 62% dari sebelum merger 59%. Biaya dana juga lebih rendah. Tirta percaya, target laba bersih manajemen BRIS Rp 5 triliun hingga Rp 5,5 triliun di 2023 bisa tercapai. "Hitungan kami laba bersih BRIS bisa mencapai Rp 5,46 triliun di tahun ini," kata dia. Ini dengan pertimbangan efisiensi biaya dan pendekatan BRIS ke segmen konsumer.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :