;

Penyaluran Kredit Bank Masih Tersendat

Ekonomi Benny 16 Oct 2019 Kontan
Penyaluran Kredit Bank Masih Tersendat
Penyaluran kredit perbankan melambat di kuartal III-2019.  Permintaan kredit yang menurun efek perekonomian domestik dan dunia yang sedang lesu. Direktur Utama Bank Mandiri mengakui, sampai kuartal III-2019 penyaluran kredit melambat kisaran 8%-9%, secara year on year (yoy). Disamping perlambatan ekonomi domestik saat ini industri perbankan punya kewaspadaan ekstra untuk menyalurkan kredit.  Bank Mandiri mulai menahan penyaluran kredit di sejumlah sektor industri yang dinilai masih berisiko tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Salah satunya di sektor komoditas. Dirut Bank Mandiri menyebut harga batu bara masih turun, industri sawit dihilir juga harganya masih belum bagus, akan tetapi untuk industri turunan sawit masih agresif, dan jadi fokus untuk meningkatkan nilai tambah.  Selain itu, sejumlah sektor yang masih memiliki peluang untuk menopang pertumbuhan kredit misalnya berasal dari segmen properti menengah kebawah, kredit mikro hingga fast moving consumer goods (FMCG).
Presiden Direktur BCA juga mengakui situasi politik yang belakangan gaduh menjadi penyebab tambahan merosotnya penyaluran kredit perbankan. Menurutnya, pertumbuhan kredit sampai september memang tercatat meredup. Jika dibandingakan dari akhir tahun baru tumbuh 6%-7%. Sedangkan secara tahunan kredit baru tumbuh sekitar 10%.
Merosotnya pertumbuhan kredit konsumer jadi penopang melandainya pertumbuhan kredit BCA, terutama di segmen kredit kendaraan bermotor. Sementara penopang pertumbuhan kredit bank swasta terbesar di Tanah Air ini berasal dari industri infrastruktur khususnya, kelistrikan. Segmen perdagangan juga menjadi salah satu penopang. Masih menurut Presiden Direktur BCA situasi saat ini sebenarnya masih belum baik,dan harapannya mungkin setelah pelantikan presiden dan pemilihan kabinet kredit bisa melaju kembali.
Direktur keuangan Tresuri dan Strategi Bank Tabungan Negara (BTN) menambahkan, likuiditas yang masih ketat menyebabkan ekspansi kredit menjadi terbatas. Bahkan menurutnya tahun depan hanya menargetkan pertumbuhan kredit hanya dikisaran 8% sampai 9%. Padahal, hingga kuarta III-2019 BTN masih dapat meraih pertumbuhan kredit dikisaran 11%-12%, sesuai target yang dipasang hingga akhir tahun. Tahun depan BTN akan mengurangi penyaluran kredit di segmen seperti konstruksi, kredit kepemilikan apartemen (KPA) dan lebih fokus KPR baik subsidi maupun non-subsidi dibawah Rp 500 juta.
Download Aplikasi Labirin :