Start Loyo Indeks Komposit
Penguatan indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam sepekan terakhir semestinya dapat menjadi bekal untuk mendorong kinerja bursa yang lebih progresif pada awal kuartal kedua 2023. Indeks komposit memang ditutup melemah 0,05% ke level 6.805,28 pada akhir perdagangan Jumat (31/3). Akan tetapi, secara akumulasi sepekan, IHSG masih mencatatkan pertumbuhan sebanyak 0,64%. Sejumlah data dan indikator perdagangan minggu lalu cenderung bervariasi. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia terpantau meningkat 1,04% dari Rp9.390,84 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.488,18 triliun. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian di pasar saham kembali mengalami koreksi. Pekan lalu saja, volume transaksi harian rerata anjlok 11,51% dari 17,26 miliar menjadi 15,28 miliar. Begitu juga dengan nilai transaksinya yang turun dari rata-rata senilai Rp10,33 triliun menjadi Rp9,75 triliun per hari. Pelemahan data perdagangan sejatinya terjadi sepanjang kuartal pertama tahun ini. Tak heran, kinerja IHSG pada 3 bulan pertama 2023 seperti tak bertenaga. Performa IHSG anjlok 0,66% jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun lalu yang bertengger di level 6.850,62.
Tags :
#OpiniPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023