;

Rusun Rp 10.000 untuk Para Pemulung

Ekonomi Yoga 25 Mar 2023 Kompas
Rusun Rp 10.000 untuk Para Pemulung

Asmani (40) bersemangat membuka pintu kamar unit hunian di lantai lima Rusun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur, Kota Bekasi, Jabar, Jumat (24/3) siang. ”Semua lengkap, dari meja makan, tempat tidur, kompor gas, sampai piring, sendok, juga ada. Saya dan suami ke sini, hanya bawa pakaian saja,” kata ibu dengan tiga anak itu. Kondisi unit di lantai lima yang ditempati Asmani bersama suami bertipe 24, dengan satu kamar tidur, sa tu ruang tamu, satu kamar mandi, satu ruang memasak (dapur), dan balkon. Dia akhirnya merasakan keseruan mandi di rumah yang dilengkapi shower. Pengalaman itu merupakan pengalaman pertama yang dia rasakan setelah menginjak usia 40 tahun, kata perempuan asal Karawang, Jabar itu.

Wajah ceria juga menyelimuti Ozmah (50), warga lain yang baru dua minggu tinggal di lantai dua Rusun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur. Perempuan itu, Jumat sore, menggendong cucunya berkeliling di halaman depan rusun. Tempat tinggal yang dia tempati saat ini kondisinya jauh berbeda dengan lapak yang dia huni sejak tiga tahun lalu di Duren Jaya. Lapak yang sebelumnya ditempati perempuan asal Karawang itu hanya cukup untuk dua orang. Di lapak itu, Ozmah selama tiga tahun tinggal bersama suami yang menderita penyakit saraf terjepit, yang berakhir dengan kelumpuhan.

Rusun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur merupakan rusun yang dibangun Kementerian PUPR bersama Kementerian Sosial bagi eks gelandangan dan pengemis yang dibina Kementerian Sosial. Rusun satu menara yang berlantai lima itu memiliki 93 unit tipe 24. Dari 93 unit itu, lima unit untuk difabel dan 88 unit tipe regular dengan kapasitas tampung 362 orang. Total anggaran untuk membangun rusun tersebut Rp 34,5 miliar. Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, pihaknya juga tengah membangun hunian serupa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tempat lain. Rusun serupa yang sedang dalam proses pembangunan ada di Jaktim dan Solo, Jateng. Terkait biaya sewa, masyarakat yang tinggal di rusun itu dikenai biaya sewa per unit Rp 10.000 per bulan. Penentuan biaya sewa itu sudah dihitung dan disesuaikan dengan pendapatan pemulung yang berkisar Rp 300.000 sampai Rp 600.000 per bulan. Warga yang tinggal di Rumah Susun Sentra Timur Terpadu Pangudi Luhur juga dibatasi masa tinggalnya, selama tiga tahun. (Yoga)


Tags :
#Properti
Download Aplikasi Labirin :