Ekspor Alas Kaki Anjlok 17%
Gejolak ekonomi di AS dan Uni Eropa berdampak memangkas ekspor alas kaki 17% pada Januari-Februari 2023, dari US$ 1,28 milliar periode sama tahun lalu menjadi US$ 1,06 miliar atau Rp 16,29 triliun. Anjloknya ekspor berpotensi menambah PHK di industri padat karya ini, setelah PHK terhadap 25.700 pekerja tahun lalu Di awal 2022 pertumbuhan ekspor kita cukup luar biasa, tetapi di pertengahan tahun demand mulai turun. Meski demikian, sepanjang tahun lalu, masih ada kenaikan ekspor 25,15%, menjadi US$ 7,74 miliar. Tadinya, kami berekspektasi pertumbuhannya bisa lebih tinggi,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri kepada Investor Daily, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ekspor alas kaki pada bulan November 2022 sudah mengalami penurunan, dan berlanjut di Desember 2022. Penurunan ekspor lantaran berkurangnya demand secara global, terutama karena stagflasi di negara-negara tujuan ekspor di Eropa dan AS. “Penurunan berlanjut di Januari-Februari 2023. Bahkan, ekspor di bulan Februari kemarin turun 13,78% menjadi US$ 490,6 juta, dibanding Januari 2023 yang sebesar US$ 569,08 juta,” ujar dia. Firman memaparkan, penurunan ekspor membuat industri alas kaki nasional harus menghadapi potensi badai PHK lagi, pada semester I-2023. (Yoga)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023