Keseimbangan Harga Beras dan Gabah Dijaga
Panen raya di sejumlah daerah berpotensi menurunkan harga gabah dan beras ditingkat petani.Terkait hal itu, Presiden Jokowi meminta Badan Pangan Nasional segera mengumumkan harga gabah dan beras yang ditetapkan agar petani bisa mendapat hasil yang ideal. Hal itu dikatakan Presiden dalam panen raya di Kartoharjo, Ngawi, Jatim, Sabtu (11/3). Acara ini merupakan rangkaian acara Panen Raya Padi Nusantara 1 Juta Hektar. Presiden didampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo. Sebelumnya, pada 9 Maret 2023, Presiden turut dalam panen raya di Kebumen, Jateng.
”Panen di sini ada yang mencapai 10,5 ton per hektar dan ada yang 8 ton per hektar. Kemarin di sana (Kebumen) 5,5-6 ton per hektar. Saya kira setiap daerah memiliki kesuburan berbeda, manajemen berbeda mengenai pengairan dan lain-lain,” kata Presiden. Selain produktivitas, Presiden mengingatkan, harga gabah dan beras harus terus mendapat perhatian. Saat panen raya seperti saat ini, penetapan harga mesti segera dilakukan. Tujuannya, mencegah harga tidak jatuh. ”Ini yang segera akan diumumkan Badan Pangan Nasional sehingga pembelian Bulog menjadi jelas, berapa harga GKP (gabah kering panen)-nya,” katanya. Presiden meminta agar kelak harga gabah dan beras tidak di bawah biaya yang dikeluarkan petani. Keseimbangan harga harus dijaga agar semua pihak diuntungkan, termasuk dirasakan pedagang dan konsumen. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023