Belum Memadai untuk Menekan Emisi
JAKARTA- Sejumlah praktisi energi dan pegiat lingkungan menilai besaran subsidi pembelian kendaraan listrik yang ditetapkan untuk menekan emisi karbon dioksida. Meski begitu, bantuan yang disalurkan dua pekan lagi itu dianggap sebagai pijakan awal yang bagus. Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform, Fabby Tumiwa, mengatakan jumlah produsen kendaraan listrik yang bisa memenuhi persyaratan insentif tersebut masih terbatas. Hal itu, disebabkan oleh sulitnya memenuhi syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 40%. "Kalau tahun depan kuotanya ditambah, pasti lebih banyak produsen yang membuka pabrik di dalam negeri untuk mengajarkan TKDN 40%," kata dia kepada Tempo, kemarin. Saat dioperasikan, Fabby menyebutkan, kendaraan listrik sudah mengeliminasi berbagai jenis polutan yang biasanya keluar dari knalpot, dari karbon monoksida (CO), nitrogen oksiad (Nox), hidrokarbon, serta partikulat polusi, seperti PM 2,5 dan PM 10. (Yetede)
Tags :
#EnergiPostingan Terkait
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023