;

Pasokan Rumah Bersubsidi Tersendat

Ekonomi Yoga 06 Mar 2023 Kompas
Pasokan Rumah Bersubsidi Tersendat

Pasokan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah mulai tersendat dipicu tertundanya penyesuaian harga patokan rumah bersubsidi yang dijanjikan pemerintah. Sebagian pengembang rumah bersubsidi mulai menaikkan harga jual rumah. Akibatnya, rumah tersebut tidak lagi mendapatkan  insentif subsidi. Harga rumah bersubsidi hingga kini dipatok antara Rp 150 juta dan Rp 168 juta per unit, terbagi menurut zonasi. Dalam skema rumah bersubsidi, konsumen mendapat insentif berupa  pembebasan komponen biaya PPN, PPh, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Rumah bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan batasan penghasilan bulanan Rp 7 juta-Rp 10 juta menurut zonasi.

Sekjen Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman seluruh Indonesia (Apersi) Daniel Djumali, menuturkan, tertundanya penyesuaian harga rumah subsidi oleh pemerintah selama lebih dari tiga tahun semakin memberatkan arus kas pengembang. Sebagian pengembang rumah bersubsidi mengurangi pasokan karena arus kas sudah tidak bisa menutup biaya produksi. Sebagian pengembang mulai menaikkan harga jual rumah bersubsidi. Rumah tipe subsidi yang harganya dinaikkan tersebut menyebabkan harga rumah tidak lagi masuk skema rumah bersubsidi. Akibatnya, konsumen kehilangan insentif dan terkena beban biaya pajak 17,5 % dari harga rumah. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :