KEBUTUHAN POKOK Sudah Buntung Kena Pentung
Pendapatan masyarakat menengah ke bawah belum benar-benar pulih. Pemutusan hubungan kerja marak.
Mendapatkan pekerjaan juga susah. Namun, untuk
memperoleh pangan pokok dengan harga terjangkau, mereka yang tengah ”buntung” kok justru ”dipentung”.
Harga beras medium masih mahal. Padahal, pemerintah
melalui Perum Bulog sudah mendatangkan 470.000 ton
beras impor dari total kuota impor 500.000 ton. Kendati
sebagian beras impor itu telah didistribusikan, harga beras
medium masih relatif mahal. Harga minyak goreng, termasuk Minyakita yang jadi ”senjata” pemerintah meredam
harga, juga mahal. Padahal, kebijakan kewajiban memasok
kebutuhan pasar domestik (DMO) minyak sawit mentah dan
tiga produk turunannya masih berlaku. Rasio pengali ekspor
atas realisasi DMO itu juga sudah diturunkan dari 1:9 jadi
1:6.
Berdasarkan Sistem Informasi Pemantauan Pasar dan
Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag),
harga rata-rata nasional beras medium per 10 Februari 2023
mencapai Rp 11.700 per kilogram (kg). Harga beras medium
itu naik 3,54 persen secara bulanan dan 12,5 persen secara
tahunan. Harganya masih di atas harga eceran tertinggi
(HET) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan wilayah,
yakni Rp 9.450-Rp 10.250 per kg. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023