;

PENGENDALIAN BANJIR Tak Jemu Merawat Ciliwung

PENGENDALIAN BANJIR
Tak Jemu
Merawat Ciliwung

Air kecoklatan mengalir di antara dua dinding beton sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Kelurahan Cikoko, Pancoran, Jaksel, Kamis (2/2) siang. Sampah plastik dan stirofoam merubah fungsi lahan, terjadi sedimentasi, hingga sampah bertebaran di mana-mana. Setiap tahun, air kali banjir. Bersama istri dan teman masa kecilnya, sedikit demi sedikit Usman mulai bergerilya. Keinginannya sederhana, yakni mengubah Ciliwung agar lebih baik. Pijakan awal mereka tidaklah mudah. ”Kata mereka, ’Siape elu, larang-larang gue buang sampah di kali, emang kali ini punya elu?’ Waktu kita bawa petugas juga mereka bilang, ’Lho, kalau gue enggak buang sampah di sini, kerja elu apa?’” tutur pria yang juga akrab disapa Mat Peci ini. Usman juga menghadapi berbagai rintangan, seperti berhadapan dengan organisasi masyarakat, kontak fisik dengan warga sekitar, dan dianggap mengklaim lahan warga. Namun, keteguhan hatinya tidak goyah. Melalui perkumpulan masyarakat, seperti PKK, karang taruna, RT, dan RW, Usman mengajarkan cara mengelola sampah, salah satunya dengan program bank  sampah.

Setelah dirasa cukup berhasil mengurangi intensitas warga di kampungnya membuang sampah ke Ciliwung, Usman berkeliling dan mengedukasi warga lainnya. Kemudian berdirilah Sekolah Edukasi Sungai Ciliwung di Srengseng, Jakarta Selatan, pada akhir 2016. Anak-anak dilatih mengelola sampah, menanam pohon, membuat tanaman hidroponik, serta membuat kolam. Penanganan sampah di Ciliwung tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas pencinta lingkungan semata, tetapi juga pemerintah dan masyarakat. Usman berharap apa yang telah dilakukan selama belasan tahun di salah satu area bantaran Sungai Ciliwung dapat menjadi contoh di wilayah lain tentang bagaimana mencintai lingkungan. Selain memberikan pemahaman cinta lingkungan pada masyarakat, Mat Peci menyumbangkan anggota komunitasnya bagi Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Salah satunya, Muji (41). Muji kini telah sembilan tahun merawat Ciliwung. Setiap hari ia bersama 60 anggota lain bekerja pukul 07.30-15.30. Ada sekitar 10 area aliran sungai dan saluran penghubung yang harus mereka bersihkan. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :