Strategi MI Kelola Reksadana Saat IHSG Loyo di Awal Tahun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja negatif di awal 2023 dengan penurunan 2,37% ke level 6.688,26 per Senin (9/1). Meskipun begitu, para manajer investasi optimistis reksadana saham tetap menjadi pilihan investasi menarik di tahun ini.
Investment Specialist
Sucorinvest Asset Management Caroline Hanni mengatakan, IHSG akan bergerak stabil cenderung naik. Ini didukung posisi Indonesia yang masih diuntungkan harga komoditas dan meningkatnya konsumsi domestik. Caroline melihat, harga komoditas energi masih bertahan pada level tinggi karena disrupsi pasokan.
Melihat situasi ini, Caroline menyebut, Sucorinvest AM akan lebih defensif dalam mengelola portofolio reksadana saham dan campuran. Pasalnya, sentimen negatif global mendorong aksi jual investor asing, sehingga meningkatkan volatilitas pasar saham.
Tahun ini, Sucorinvest AM akan menerapkan strategi active indexing dengan fokus pada saham bluechip dari sektor energi, perbankan, telekomunikasi, dan infrastruktur.
Caroline memperkirakan, imbal hasil reksadana saham tahun ini sedikit lebih rendah dari 2022, yakni sekitar 5%-8%. Ini sejalan dengan target IHSG di akhir 2023 di 7.300-7.400. Di 2022 lalu, reksadana saham Sucorinvest, seperti Sucorinvest Equity Fund dan Sucorinvest Maxi Fund, masing-masing memberi
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023