Belanja Masyarakat Kembali Jadi Tumpuan Utama
Pertumbuhan ekonomi akan kembali bertumpu pada laju konsumsi rumah tangga, terutama di tengah ancaman melambatnya kinerja ekspor dan investasi tahun ini. Performa ekonomi domestik yang baik perlu dijaga untuk mempertahankan optimisme dan keyakinan masyarakat kelas menengah atas dalam membelanjakan uangnya. Di sisi lain, fleksibilitas fiskal dan belanja pemerintah sesuai skala prioritas juga dibutuhkan untuk melindungi daya beli masyarakat menengah-bawah dari guncangan ekonomi. Sejauh ini, optimisme konsumen secara umum masih terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per November 2022 tercatat 119,1. Meski turun tipis dari IKK Oktober 2022 di 120,3, keyakinan konsumen masih berada di zona optimis alias di atas 100. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan juga masih terpantau kuat di level 127,9, meski sedikit lebih rendah dari kondisi Oktober 2022 sebesar 128,3. Ini ditopang kuatnya ekspektasi masyarakat terhadap tingkat penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Adapun ekspektasi konsumen terhadap kondisi kegiatan usaha menurun lebih dalam meski tetap di zona optimis.
Teuku Riefky, peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI), menilai, kondisi ekonomi dalam negeri yang terjaga sampai akhir tahun 2022 bisa menjadi modal untuk menjaga optimisme masyarakat, khususnya kelompok menengah atas. Sesuai data BPS per 2022, konsumsi 40 % penduduk kelas menengah mencapai 35,74 % terhadap keseluruhan konsumsi rumah tangga, dan konsumsi 20 % penduduk kelas ekonomi teratas mencapai 46,2 %. ”Pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari kondisi prapandemi, dan meskipun inflasi lebih tinggi dari biasanya, masih relatif terkendali. Ini jadi modal baik bahwa ekonomi kita masih dalam kondisi oke sehingga masyarakat optimistis untuk berbelanja,” kata Riefky, Minggu (8/1). Di sisi lain, daya beli masyarakat menengah-bawah juga perlu dilindungi. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, fleksibilitas fiskal dibutuhkan untuk menjaga daya beli masyarakat yang rentan dari guncangan ekonomi melalui program-program perlindungan sosial. Sejumlah program, seperti Bantuan Subsidi Upah, tetap perlu dilanjutkan untuk menjaga daya beli masyarakat menengah bawah. (Yoga)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023