Waspada Efek Samping Impor Beras
JAKARTA-Setelah melalui perdebatan panjang serta saling silang data antara kementerian dan lembaga, beras impor pemerintah akhirnya tiba di Indonesia. Sebanyak 10 ribu ton beras yang diimpor Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) itu masuk pada Jumat pekan lalu melalui Pelabuhan Merak dan Tanjung Priok, masing-masing 5.000 ton. Rencananya Bulog mendatangakn total 200 ribu ton beras dari Vietnam, Thailand, Pakistan dan Myanmar akhir tahun ini melalui 14 titik pelabuhan di Tanah Air. Impor berlanjut pada awal tahun depan dengan 300 ribu ton beras yang akan tiba pada Januari 2023. "Beras impor ini digunakan sebagai tambahan stok cadangan beras pemerintah (CDP). Tentunya, apalagi stok sebelumnya habis, beras ini akan digelontorkan sesuai dengan ketentuan dalam rangka meredam gejolak harga," ujar Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan Perum Bulog, Tomi WIjaya. (Yetede)
Postingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023