AS-Uni Eropa Berselisih Soal Subsidi
Hubungan AS dan Uni Eropa kembali menegang disebabkan rencana Washington mengucurkan subsidi 367 miliar USD. Brussels khawatir subsidi itu membuat perusahaan-perusahaan Eropa pindah ke AS. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengungkit soal subsidi itu kala menemui anggota Kongres AS, Rabu (30/11) malam, di Washington atau Kamis dini hari WIB. Ia menyebut UU Pengurangan Inflasi (IRA), regulasi AS yang menjadi dasar subsidi itu, sangat agresif pada perusahaan Eropa. Saat di Kedutaan Besar Perancis di Washington, Macron menyebut subsidi bisa memecahkan persekutuan Barat. Sebab, perusahaan AS kurang tertarik lagi berinvestasi di Eropa. IRA dituding bisa melemahkan komoditas ekspor Eropa ke AS dan menimbulkan risiko deindustrialisasi di Eropa. IRA akan membuat AS dan sekutunya di Eropa akan lebih mementingkan kepentingan domestik dibandingkan kepentingan bersama. ”Eropa, demikian juga Perancis, akan melakukan penyesuaian juga,” katanya.
Koordinator Hubungan Uni Eropa-AS pada Parlemen Eropa Tonino Picula menuding AS mendiskriminasi sekutunya. Jubir Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut, IRA salah satu perangkat untuk memacu pertumbuhan energy bersih dan terbarukan. Perusahaan UE malah mendapat kesempatan besar. Ketua Partai Sosial Demokrat Jerman Lars Klingbeil khawatir IRA memicu deindustrialisasi di UE. Sebab, IRA dan sejumlah kebijakan AS akan membuat daya saing produk impor dari Eropa terpangkas. Dalam jajak pendapat Federasi Industri Jerman, BDI, ditemukan 20 % pengusaha Jerman mempertimbangkan pemindahan usaha. Harga energi yang tinggi jadi alasan utama. Selain itu, ada tawaran insentif seperti dalam IRA. Kamar dagang dan Industri Jerman menemukan, 39 % perusahaan mau meningkatkan investasi di AS selepas IRA disahkan Agustus lalu. Ketua Kadin Jerman Volker Treier menyebut, sejumlah perusahaan otomotif Jerman mau meningkatkan investasi di AS. (Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Perdagangan AS-China
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023