Order Sepi, Gelombang PHK Terus Mengintai
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih melanda industri tekstil dan produk tekstil (TPT) maupun industri alas kaki. Sepinya order dan kenaikan beban operasional menjadi pertimbangan pabrikan mem-PHK puluhan ribu buruhnya.
Anne Patricia Sutanto, Anggota Dewan Pertimbangan Asosasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, sampai saat ini sebanyak 146 perusahaan TPT sudah menempuh PHK dan merumahkan sekitar 58.572 karyawan.
Selain industri TPT, PHK melanda industri alas kaki. Anne mencatat, sebanyak 25.700 pegawai perusahaan alas kaki sudah di-PHK selama periode Juli-Oktober 2022. "Jumlah PHK juga bisa bertambah seiring dampak resesi tahun depan," ungkap Anne dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu (16/11).
Faktor utama pendorong gelombang PHK di industri padat karya ini adalah turunnya pesanan tekstil, garmen maupun alas kaki yang mencapai 45% dari total order di periode normal. Akibatnya, kalangan pabrikan menurunkan produksi hingga 51% untuk periode November-Desember untuk mengimbangi sepinya order, kendati efeknya harus memecat pegawai.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, fenomena PHK di industri tekstil tidaklah mengada-ada. Dampak resesi yang tengah melanda negara tujuan ekspor produk TPT Indonesia mulai dirasakan para eksportir TPT dalam negeri.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023