Yang Terlewat Soal Utang dari Deklarasi G20
JAKARTA-Sejumlah ekonom menganggap solusi penanggulangan utang bagi negara-negara miskin dan berkembang yang termaktub dalam Deklarasi Pemimpin G20 kurang konprehensif. Padahal perkara hutang merupakan salah satu tantangan bagi banyak negara, khususnya negara miskin dan berkembang, untuk pulih dari tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 serta konflik geopolitik. "Misalnya DSSI (Debt Service Suspesion Initiative) atau restrukturisasi pinjaman yang hanya untuk negara berpendapatan rendah. Ini kemarin kurang kencang diperjuangakan untuk diperluas ke negara berpendapatan menengah," ujar Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, kepada Tempo, Rabu, 16 November 2022. Menyitir data terbaru Bank Indonesia, posisi utang luar negeri pemerintah pada triwulan III 2022 sebesar US$ 182,3 miliar. Secara tahunan utang luar negeri pemerintah megalami kontraksi 11,3%. Hal ini disebabkan oleh perpindahan investasi dari Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen lainnya. (Yetede)
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023