;

G20 Fokus pada Aksi Konkret Bersama

Ekonomi Yoga 07 Nov 2022 Kompas (H)
G20 Fokus pada Aksi
Konkret Bersama

Ketegangan geopolitik dunia membayangi kemungkinan dicapainya konsensus bersama dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Nusa Dua, Bali. Meski demikian, sejumlah pihak tetap optimistis pertemuan itu menghasilkan langkah positif. Indonesia sebagai pemangku Presidensi G20 akan mengupayakan titik temu guna mencapai program-program konkret. Sejauh ini, setelah hampir satu tahun berdialog, para pemangku kepentingan di G20 berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian. Jubi r Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (6/11) mengatakan, ada berbagai program konkret bidang kesehatan yang diusulkan untuk diresmikan dalam KTT G20, 15-16 November,  antara lain, pembentukan penanaan pandemi dengan komitmen 1,4 miliar dollar AS dari 20 donor dan 3 filantrop. Usulan berikutnya, formalisasi mekanisme penggunaan dana pandemi. Pada pandemic Covid-19, distribusi dana-dana yang tersedia di tingkat global belum merata. Hal itu tampak dari kesenjangan akses vaksin Covid-19. Mekanisme yang digunakan akan merujuk pada mekanisme akselerator akses peralatan untuk Covid-19 (ACT-A).

Pendanaan dibentuk untuk menghilangkan kesenjangan antar negara sehingga bisa diakses setiap negara yang membutuhkan. Selama ini kesenjangan dalam kesiapsiagaan pandemi terhitung sebesar 10 miliar dollar AS. ”Kami berharap pendanaan ini dibentuk pada akhir masa presidensi G20 Indonesia dan dapat dioperasikan dibawah struktur tata kelola dengan pengawasan ketat. Pendanaan bermanfaat guna meningkatkan kapasitas global dalam pencegahan, persiapan, dan respons terhadap pandemi di masa mendatang,” ujar Nadia. Usulan lain ialah pembentukan jejaring penelitian dan manufaktur untuk vaksin, obat-obatan, dan alat diagnostik. Setidaknya tujuh negara sepakat membentuk jejaring itu. Usulan-usulan itu, menurut Nadia, terdokumentasi dalam chair summary. Selanjutnya, materi itu akan diperdalam melalui pertemuan G20 Joint Finance-Health Ministers Meeting sebelum KTT G20 berlangsung.

Dalam bidang ekonomi, Presidensi G20 Indonesia mencatat langkah positif. Jumat pekan lalu, dalam pertemuan di Bogor, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, berbagai kesepakatan dapat dicapai di level teknis kerja sama. Terkait isu krisis pangan, misalnya, anggota G20 mengumpulkan total dana komitmen 60,5 miliar dollar AS atau Rp 944,6 triliun. Dana ditujukan bagi program tanggap ketahanan pangan yang akan disalurkan melalui inisiatif  kolaborasi global dan regional lewat bank pembangunan multilateral. Inisiatif itu, antara lain, program Food Security Response lewat Bank Dunia (30 miliar dollar AS), program Addressing Food Security lewat Bank Pembangunan Asia atau ADB (14 miliar dollar AS), dan Food Security Response lewat Bank Pembangunan Islam atau IsDB (10,5 miliar dollar AS). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :