;

Musim Semi KEK Pariwisata

Ekonomi Yoga 04 Nov 2022 Tempo
Musim Semi KEK Pariwisata

Daftar pengakuan kawasan ekonomi khusus (KEK) akan semakin banyak berisikan pusat bisnis baru yang berbasis aktivitas pariwisata. Pelaksana tugas Sekretaris Dewan Nasional KEK, Elen Setiadi, menyatakan sektor pelancongan tidak diistimewakan dalam penjaringan usulan KEK baru. Namun, dia menyebutkan, separuh dari daftar pusat bisnis khusus, termasuk beberapa calon terbaru, merupakan daerah pelesiran. "Dari segi hitungan ekonomi, pariwisata memang salah satu sektor bisnis yang memiliki efek berganda paling besar," tutur dia kepada Tempo, kemarin.

Hingga 31 Agustus 2020, realisasi investasi di lingkup KEK secara nasional sudah menembus Rp 99,8 triliun. Dana itu mengucur dari 222 pelaku usaha, atau badan usaha penyewa lahan, termasuk pengembang infrastruktur yang bermitra dengan entitas di dalam KEK. Dari 18 KEK yang sudah diakui pemerintah sampai bulan itu, separuhnya adalah daerah dengan keunggulan pariwisata. Namun pengelola setiap KEK bisa memperkuat beberapa sektor sekaligus. Artinya, bisnis pariwisata bisa dilengkapi dengan bisnis krusial lainnya, seperti manufaktur dan teknologi komunikasi.

Lewat PP No 41 Tahun 2022, Presiden Jokowi lagi-lagi meresmikan KEK pariwisata, yaitu KEK Sanur di Bali. Nilai investasi pengembangan KEK seluas 41,2 hektare yang dikelola PT Hotel Indonesia Natour, grup perhotelan pelat merah tersebut mencapai Rp 10,2 triliun. Sudah Rp 3,7 triliun yang terealisasi untuk kebutuhan pengolahan tanah serta Rp 1,7 untuk pengerjaan infrastruktur hotel dan lokasi pertemuan besar. Penggunaan terbesar, sekitar Rp 4,1 triliun, untuk pembangunan fasilitas kesehatan bertaraf internasional. "Harapannya bisa menyerap pasien warga negara Indonesia yang sebelumnya sering berobat ke luar negeri,” kata Elen. (Yoga)


Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :