;

Dana Asing Rp 227 Triliun Tinggalkan Pasar SBN

Ekonomi Yoga 02 Nov 2022 Investor Daily
Dana Asing Rp 227 Triliun Tinggalkan Pasar SBN

Dana asing keluar (capital outflow) di pasar surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 227,6 triliun dalam lima kuartal terakhir. Adapun kuartal I tahun ini, capital outflow di SBN mencapai Rp 68 triliun, kuartal II Rp 43 triliun, dan kuartal III Rp 33 triliun. Sejalan dengan itu, merujuk data Bloomberg, kepemilikan asing di SBN turun menjadi Rp 724 triliun dari per Desember 2021 sebesar Rp 891 triliun. Porsi asing di SBN, berdasarkan kalkulasi RHB Sekuritas, merosot menjadi 14,3% dari 19%. RHB menilai, capital outflow yang deras di SBN dipicu kebijakan hawkish bank sentral AS The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan. Imbas berikutnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi terus melemah dan menyentuh Rp 16 ribu per dolar AS pada semester I tahun depan. Sementara itu, RHB mencatat, dana asing masuk (capital inflow) masih terjadi di pasar saham, kendati melambat kuartal III tahun ini menjadi Rp 8,3 triliun, dibandingkan kuartal I dan II masing-masing Rp 32 triliun dan Rp 29 triliun.

Juli 2022, sempat terjadi capital outflow di saham Rp 2,3 triliun Juli 2022. Namun, tren ini berbalik pada Agustus dan September menjadi capital inflow Rp 7,5 triliun dan Rp 3 triliun. Mandiri Investasi menilai, saat ini, obligasi pemerintah Indonesia dalam dolar AS (INDON) masih menarik, dengan valuasi spread yang lebih lebar dari sebelumnya. Hal itu tidak terlepas dari koreksi dalam yang sudah terjadi sepanjang 2022, sejak kenaikan tren FFR. Pada awal tahun ini, demikian Mandiri Investasi, FFR masih berada pada kisaran 0–0,25%. Namun, September 2022, FFR berada di level 3,25%. FFR diperkirakan mencapai puncak semester I tahun depan, sebesar 4,5%. “Kami melakukan penyesuaian target yield INDOGB 10 tahun menjadi 7-7,5% dari sebelumnya 6,5- 7%. Hal tersebut tidak lain karena perubahan kebijakan moneter global dan domestik karena inflasi yang terus meningkat. Namun kami masih melihat adanya kesempatan bagi investor obligasi untuk mendapatkan imbal hasil yang sesuai terutama pada produk pengelolan obligasi berdurasi pendek,” tulis Mandiri Investasi dalam laporan Ekonomi dan Pasar Modal. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :