Pendanaan Biru untuk Ekonomi Biru
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, saat ini pemerintah berinisiatif mendorong perkembangan ekonomi biru di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan Panduan Penyusunan Instrumen Pendanaan Biru (Blue Finance Instruments Development Guideline) untuk mendukung penguatan ekonomi dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). "Pemerintah berinisiatif mendorong perkembangan perekonomian biru di Indonesia demi terciptanya perekonomian Indonesia yang tangguh serta berkelanjutan," ujar Suharso Monoarfa dalam acara Seminar Nasional Pendanaan Biru di Jakarta, kemarin, 1 November.
Menurut definisi Bank Dunia, ekonomi biru merupakan penggunaan sumber daya laut berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan mata pencaharian dan lapangan kerja, serta menjaga kesehatan laut. Sementara itu, ekonomi biru berkelanjutan didefinisikan sebagai ekonomi yang memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi generasi sekarang dan mendatang. Suharso menilai konsep ekonomi biru dikembangkan untuk menjawab tantangan sistem ekonomi yang masih cenderung eksploitatif dan merusak lingkungan, di antaranya melebihi kapasitas atau daya dukung ekosistem. Dia menekankan bahwa inti ekonomi biru adalah pembangunan berkelanjutan, yang merupakan bagian sekaligus pengayaan dari ekonomi hijau dengan semboyan "Blue Sky – Blue Ocean". "Di mana ekonomi dapat bertumbuh, rakyat sejahtera, tapi langit dan laut tetap biru," kata Suharso. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023