;

TRANSISI ENERGI : ENERGI FOSIL MULAI DITINGGALKAN

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia
TRANSISI ENERGI : ENERGI FOSIL MULAI DITINGGALKAN

Pelaku industri mulai meninggalkan penggunaan energi fosil untuk mengantisipasi transisi energi yang gencar didorong pemerintah. Energi baru dan terbarukan atau EBT menjadi sumber energi yang dilirik untuk menjamin keberlangsungan usaha jelang penerapan pajak karbon. Sejumlah pelaku industri tekstil dilaporkan mulai mengalihkan penggunaan energi berbasis fosil dalam setiap operasionalnya. Hal itu dilakukan untuk memastikan kegiatan industri tekstil tidak terganggu karena proses transisi energi terus didorong pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa sudah tidak ada pembangkit listrik berbasis energi fosil milik pelaku industri tekstil yang beroperasi sejak tahun ini. “Saat ini, perusahaan-perusahaan mengalihkan alokasi ongkos energinya ke PT PLN (Persero),” katanya, Minggu (30/10).Pemanfaatan EBT, kata Redma, terbukti lebih menguntungkan karena bisa menghindari perusahaan dari pengenaan pajak karbon. Selain itu, pelaku usaha juga terhindarkan dari risiko biaya energi fosil yang belakangan bergerak fluktuatif.  Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah yang bakal mengoptimalkan panas bumi atau geotermal sebagai salah satu sumber energi untuk tenaga listrik.“Energi panas bumi ini rendah karbon. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat untuk industri, karena tax yang nanti dikenakan ke kami lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan energi fosil. Selain itu, di mata buyer juga kami akan menjadi lebih baik,” ujarnya.Untuk diketahui, Indonesia diperkirakan memiliki 28,5 gigawatt electrical (GWe) sumber daya panas bumi. Dari jumlah tersebut, 11.073 megawatt (MW) telah menjadi resources, sedangkan 17.453 MW sisanya berupa reserves. 

Sekretaris Jenderal Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan bahwa langkah antisipasi yang diambil pihaknya bakal disesuaikan dengan perkembangan kemajuan infrastruktur EBT di Tanah Air. Menurutnya, pihaknya juga akan mempertimbangkan daya saing harga listrik yang berasal dari energi fosil dan EBT. Apalagi, harga batu bara diperkirakan akan kembali turun dalam 3–4 tahun mendatang, seiring redanya sejumlah sentiment yang ada di tahun ini.Oleh karena itu, pelaku industri kimia pun berharap rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan merger tiga perusahaan panas bumi pelat merah bisa menurunkan harga listrik yang berasal dari geotermal

Tags :
#Energi
Download Aplikasi Labirin :