;

Berkelit dari Ancaman Resesi

Ekonomi Hairul Rizal 22 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)
Berkelit dari Ancaman Resesi

Pemerintah akan bersikap hati-hati dan waspada meskipun sejumlah lembaga internasional memprediksi ekonomi Indonesia tetap tumbuh lebih baik pada tahun depan di tengah bayang-bayang risiko resesi global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kewaspadaan level tinggi perlu ditempuh menyusul prospek ekonomi global yang tidak baik-baik saja, bahkan cenderung mengalami penurunan. Sepertiga negara di dunia pada 2023 akan mengalami tekanan ekonomi yang berat sebagai imbas tingginya beban utang. Risiko gelapnya ekonomi dunia juga tampak dari banyaknya negara yang mengantre untuk mendapatkan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Hingga pertengahan Oktober 2022, sebanyak 28 negara sudah mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan keuangan dari IMF. Pada bulan ini, Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia sepanjang 2022 bisa tumbuh 5,1%, sedangkan IMF meramal tumbuh 5,2%. Proyeksi itu sejalan dengan data Badan Pusat Statistik tecermin dari ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh tinggi sebesar 5,44% (year-on-year/YoY) pada kuartal II/2022 atau jauh di atas pencapaian kuartal sebelumnya 5,01%. Menkeu menyatakan APBN masih mampu digunakan melindungi masyarakat dari ancaman resesi. Bantalan tersebut berupa program perlindungan sosial, bantuan subsidi upah, dan bantuan langsung tunai. “APBN kita masih dalam posisi recover sesudah mengalami guncangan karena pandemi dan ini dipakai untuk melindungi masyarakat yang juga mengalami guncangan akibat dari kondisi dunia,” tuturnya. Hal yang sama disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurutnya, perekonomian Indonesia yang tercatat sebesar 5,44% pada kuartal II/2022, mendukung stabilitas sistem keuangan.


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :