Iklim Investasi Hilir Belum Kompetitif
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, program hilirisasi masih terkendala banyak hal. Pasalnya, iklim usaha di sektor ini hampir sepenuhnya belum kompetitif, sehingga perlu dibenahi secara struktural. Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, dengan dilakukan upaya pembenahan, iklim usaha menjadi lebih kompetitif dan menarik bagi investor untuk berinvestasi di sektor/industri yang ditargetkan. Adapun jenis reformasi struktural yang dilakukan harus bersifat lebih sektoral dan targeted, tetapi pada saat yang sama juga butuh reformasi yang koheren untuk pertumbuhan industri hilir. “Jadi tidak bisa hanya dengan UU Cipta Kerja atau UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang jenis reformasi strukturalnya lebih umum atau lintas sektoral,” kata Shinta saat dihubungi Investor Daily belum lama ini.
Guna menjalankan hilirisasi secara optimal, pemerintah disarankan memperhatikan karakter investasi hilirisasi yang belum sukses, yaitu sektor padat modal, padat teknologi, tenaga kerja berkompetensi tinggi, serta upfront investment berskala besar dengan masa return yang tidak pendek. Shinta mengatakan, perlu efisiensi tinggi atau kombinasi dari dua sampai tiga faktor tersebut. Sebab iklim usaha sangat mempengaruhi kesuksesan hilirisasi. Beberapa permasalahan yang terjadi, kata dia, dipicu perusahaan tidak kompetitif, karena tidak mau atau tidak mampu melakukan adopsi teknologi. Kemudian, ada yang tidak kompetitif karena tidak didukung rantai pasok, badan usaha tidak efisien, hingga biaya overhead. (Yoga)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023