Gaya Hidup Mewah Polisi Meresahkan
Saat memberikan pengarahan kepada para perwira tinggi Polri, kepala kepolisian daerah (kapolda), dan kepala kepolisian resor (kapolres) se-Indonesia yang digelar tertutup di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (14/10) Presiden Jokowi mengingatkan semua kapolres, kapolda, pejabat utama, dan perwira tinggi Polri untuk mengerem total gaya hidup mewah. Peringatan itu disampaikan tak kurang dari tiga menit di hadapan 559 perwira Polri. Gaya hidup mewah yang ditunjukkan anggota Kepolisian Negara RI terus menjadi sorotan. Selain dianggap sebagai pemicu pelanggaran etik dan pidana, gaya hidup hedonis itu juga dapat mengikis kepercayaan publik kepada Polri serta dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan dan letupan sosial karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi. Reformasi kultural menjadi keniscayaan selain penegakan hukum yang adil tanpa tebang pilih, termasuk dalam kasus perjudian ataupun peredaran narkoba. Upaya bersih-bersih di kalangan internal Polri juga mendesak dilakukan dengan menindak tegas anggota kepolisian yang terlibat dalam berbagai kasus kejahatan.
”Saya ingatkan yang namanya kapolres, kapolda, semua pejabat utama, perwira tinggi, mengerem total masalah gaya hidup. Jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus atau motor gede yang bagus. Hati-hati. Hati-hati, ya, saya ingatkan hati-hati,” tuturnya seperti yang terekam dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (14/10). Dari sekitar 15 menit pidato Presiden, tak kurang dari tiga menit digunakannya untuk memberikan peringatan untuk mengerem gaya hidup mewah. Presiden mengaku mendapat banyak laporan mengenai gaya hidup yang dapat mengikis kepercayaan publik kepada Polri. Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Yusuf Warsyim, mengatakan, gaya hidup mewah polisi berkolerasi dengan pelanggaran oleh polisi. ”Ada penelitian yang menunjukkan bahwa gaya hidup mewah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan anggota melakukan pelanggaran,” ujarnya. Pelanggaran yang melibatkan anggota Polri belakangan mulai terungkap. Salah satunya dugaan perintangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang melibatkan tujuh perwira menengah dan perwira tinggi. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023