Jaga Upaya Integrasi Transportasi Jakarta Berlanjut
Jakarta melengkapi integrasi transportasi umum dengan system tarif integrasi untuk LRT, MRT, dan Transjakarta. Namun, bukan berarti pekerjaan rumah selesai, karena integrasi yang mencakup sarana dan prasarana, layanan, jadwal, tarif dan sistem pembayaran, serta data dan informasi mesti berlanjut. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan sistem tarif integrasi, Jumat (7/10) menjelang akhir masa jabatannya. Sistem tarif integrasi ini adalah kelanjutan dari pengembangan transportasi berbasis transit. “Kami tengah menyiapkan peraturan daerah rencana induk transportasi Jakarta sebagai landasan hukum semua pemangku kepentingan,” tutur Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam diskusi ”Menjaga Keberlangsungan Integrasi Transportasi Jakarta, Jumat (14/10).
Integrasi ini menghubungkan first mile dengan last mile. Hal ini merupakan bagian pengembangan transportasi berbaris transit. First mile adalah perjalanan dari tempat asal menuju angkutan umum dan last mile ialah perjalanan dari tempat transit ke tujuan akhir. Untuk melengkapi integrase ni, Jakarta juga membangun atau merevitalisasi 240 km jalur pedestrian, 104 km jalur sepeda, integrasi intra dan antarmoda angkutan umum, dan menyediakan 30 bus listrik Transjakarta. Pembenahan ini membuat pengguna Transjakarta naik dari 400.000 per hari pada tahun 2017, menjadi 1 juta pelanggan per hari sebelum pandemi Covid-19. Contoh paling ideal dari integrasi transportasi umum ini ialah integrasi KRL, MRT, Transjakarta, dan Trans-Jabodetabek di kawasan Dukuh Atas. Pejalan kaki dan pesepeda terhubung dengan moda angkutan umum melalui trotoar dan terowongan. (Yoga)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023