;

KEMISKINAN, Mengejar Target 7,5 Persen

Ekonomi Yoga 11 Oct 2022 Kompas
KEMISKINAN, Mengejar Target 7,5 Persen

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan di ambang resesi global, pemerintah menargetkan menekan angka kemiskinan 7,5 % sampai 8,5 % pada tahun depan dan menihilkan kemiskinan ekstrem pada 2024. Target tingkat kemiskinan terendah yang pernah dipasang Presiden Jokowi sebelum ini adalah 8,5-9,0 %, seperti terlihat pada APBN 2022. Sementara angka kemiskinan paling rendah yang berhasil dicapai sejauh ini adalah 9,22 % atau 24,79 juta orang miskin pada September 2019. Data terakhir BPS per Maret 2022, tingkat kemiskinan tercatat 9,54 % atau 26,16 juta orang miskin. Itu gambaran tujuh bulan lalu ketika inflasi tahunan masih 2,64 %, Rusia baru beberapa hari menginvasi Ukraina, dan harga BBM bersubsidi belum dinaikkan. Kondisi tahun depan tidak kalah berat, bahkan lebih gelap.

Berbagai lembaga internasional memprediksi, pada 2023 perekonomian dunia menghadapi resesi. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), misalnya, telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun depan menjadi 2,2 %, dari proyeksi sebelumnya 2,8 %. Indonesia memang lebih aman ketimbang negara lain. Namun, imbas gejolak ekonomi dunia itu tidak terhindarkan. Melalui pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang akan mulai berlaku tahun depan, pemerintah yakin mampu menekan kemiskinan sesuai target. Lewat Regsosek, kondisi sosial-ekonomi masyarakat akan dipetakan lebih akurat dan membuat penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Tapi untuk menurunkan kemiskinan secara drastis dan menghapus kemiskinan ekstrem, dibutuhkan langkah yang lebih luar biasa (extraordinary) dan jangka panjang di luar menambal daya beli masyarakat lewat perlindungan sosial. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :