;

Harga Minyak Dunia Berisiko Melambung Lagi

Lingkungan Hidup Yoga 13 Sep 2022 Kompas
Harga Minyak Dunia
Berisiko Melambung Lagi

Harga minyak dunia dalam dua bulan terakhir berangsur-angsur turun. Namun, memasuki musim dingin, harga minyak dunia berisiko melambung lagi seiring Eropa yang akan menghentikan impor minyak dari Rusia. ”Ya, ada risiko. Dan, itu adalah risiko yang sedang kita upayakan untuk kendalikan dengan cara menerapkan batas atas harga (minyak Rusia),” kata Menkeu AS, Janet Yellen, pada wawancara dengan CNN di Washington DC, AS, Minggu (11/9) atau Senin (12/9) WIB. Pada musim dingin tahun ini, Yellen melanjutkan, Uni Eropa (UE) akan menghentikan sebagian besar pembelian minyak dari Rusia. UE juga akan melarang penyediaan jasa-jasa pengapalan minyak Rusia menggunakan tanker. ”Hal ini kemungkinan akan menyebabkan melambungnya harga minyak,” kata Yellen.

Administrasi Informasi Energi AS memproyeksikan, harga spot minyak mentah Brent rata-rata 98 USD per barel pada triwulan IV-2022 dan 97 USD per barel pada 2023. Tingginya harga minyak memukul perekonomian berbagai negara, termasuk negara berkembang. Bagi negara yang memberikan subsidi energi, seperti Indonesia, pukulannya terasa lebih berat karena menyebabkan subsidi membengkak.  Dalam wawancara dengan Financial Times yang dirilis pada Senin (12/9), Presiden Jokowi membuka kemungkinan pembelian minyak dari sumber mana pun. ”Kami selalu memantau semua opsi. Jika ada negara dan mereka memberikan harga yang lebih baik, tentu saja,” kata Presiden saat ditanya apakah Indonesia akan membeli minyak dari Rusia. (Yoga)


Tags :
#Minyak
Download Aplikasi Labirin :