Layanan Kesehatan untuk Warga di Ujung Negeri
Yuliana, warga Desa Ilwaki itu, ingin mengobati diabetes dan asam urat yang dideritanya beberapa tahun terakhir. Sonya Lelametan, perawat Puskesmas Ilwaki, menyimak keluhan Yuliana, lalu memeriksa tekanan darah dan mengukur gula darah Yuliana. ”Mama punya gula darah sudah aman, tinggal 119 (mg/dL). Asam urat juga sudah turun, tinggal 6,9 (mg/dL).” Terapi obat untuk gula darah dan asam urat tiga bulan terakhir membuahkan hasil. ”Dulu belum ada Kartu Indonesia Sehat/KIS, saya tidak berani periksa karena pasti bayar mahal”. Setelah mengantongi KIS, yang iurannya ditanggung pemerintah, Yuliana tidak canggung berobat ke puskesmas. Pemeriksaan kesehatan, tindakan medis, hingga obat-obatan diperoleh tanpa dipungut biaya. ”Syukur, sekarang sudah gratis,” kata petani itu.
Dince Lodwakla (40) melahirkan anak pertama di rumah dibantu dukun beranak karena alasan biaya. Ia bersyukur, proses melahirkan berjalan lancar, bayi dan dirinya sehat. ”Setelah ada KIS, kami melahirkan di puskesmas. Setiap bulan rutin dikunjungi dan diperiksa ibu bidan,” kata Dince, yang juga warga Ilwaki. Ilwaki merupakan ibu kota Kecamatan Wetar Selatan, berpenduduk 923 jiwa. Puskesmas Ilwaki melayani warga Desa Ilwaki dan lima desa lain di Wetar Selatan. Akses ke desa lain dijangkau lewat jalur laut lantaran belum ada jalan darat. Kondisi yang sama juga terjadi dengan hampir semua desa di pulau itu. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Ambon HS Rumondang Pakpahan mengakui, faktor geografis membuat belum maksimalnya capaian peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pengguna KIS, di Pulau Wetar dan pulau-pulau lain di Maluku.
Proses pengumpulan data hingga registrasi sering kali lambat. ”Terbatasnya akses dan besarnya biaya transportasi ke daerah itu untuk melakukan sosialisasi. Juga masih banyak masyarakat yang belum memiliki NIK sehingga saat pendaftaran data tertolak karena belum terkoneksi dengan disdukcapil setempat,” kata Rumondang tentang penyebab belum maksimalnya capaian peserta JKN di Pulau Wetar. Wagub Maluku Barnabas N Orno mengatakan, pihaknya terus berupaya melayani kesehatan warga hingga ke ujung negeri. Pada 2019, Pemprov Maluku pernah mewacanakan pembangunan rumah sakit pratama di Pulau Wetar, yang hingga kini belum terealisasi. JKN yang dimulai tahun 2014 memberi harapan bagi masyarakat untuk merasakan pelayanan kesehatan yang semakin baik. Dengan filosofi gotong royong, warga kurang mampu kini dapat berobat gratis. (Yoga)
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Kemendagri Bentuk Satgas Khusus
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023