;

Gaji Lulusan Universitas Makin Kecil

Gaji Lulusan Universitas Makin Kecil

Pasar kerja masih ”ramah” bagi lulusan perguruan tinggi. Namun, tren 30 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan mengecilnya pertumbuhan upah yang diterima lulusan universitas dibandingkan dengan lulusan SMA, sebagaimana analisis  Kompas terhadap data upah berdasarkan tingkat pendidikan dari BPS mulai 1993 hingga 2022. Akumulasi upah ini adalah penjumlahan upah yang diterima sejak lulus kuliah atau sekolah hingga usia 55 tahun, atau pensiun. Perhitungan Kompas menunjukkan, akumulasi pendapatan lulusan S-1 hingga pensiun Rp 1,57 miliar, sedangkan lulusan SMA Rp 798 juta. Sementara pada 2022, pendapatan lulusan universitas hingga pensiun  Rp 3,8 miliar. Sedangkan, akumulasi upah lulusan SMA Rp 2,4 miliar. Artinya, lulusan perguruan tinggi mendapat akumulasi upah hanya 55 % lebih besar ketimbang rekan sepantaran mereka yang lulusan SMA. Angka ini turun 43 persen dibandingkan angkatan 1993.

Meski saat ini peningkatan upah lulusan universitas dibandingkan SMA masih relative tinggi, data tadi menunjukkan tren penurunan selisih upah selama tiga dekade terakhir. Jika diproyeksikan hingga 25 tahun ke depan atau pada 2047, upah lulusan universitas hanya lebih besar 50 % dari SMA. Jika lulusan SMA mendapat rata-rata upah Rp 6,3 juta, lulusan universitas mendapat Rp 9,5 juta, yang  menunjukkan penilaian pasar kerja terhadap pekerja berpendidikan tinggi makin lama tidak jauh berbeda dengan lulusan SMA. Meski demikian, selisih gaji pegawai lulusan SMA dengan universitas di Indonesia cenderung lebih tinggi ketimbang sejumlah negara maju. Data Biro Statistik Ketenagakerjaan AS (Bureau of Labor Statistics) pada 2020, lulusan pendidikan tinggi mendapat upah 67 % lebih tinggi ketimbang yang berijazah SMA.

Dirjen Pendidikan Tinggi, Ristek Kemendikbudristek Nizam, menilai bahwa dapat dimaklumi perbedaan upah pertama antara lulusan perguruan tinggi dan lulusan SMA tidak banyak berbeda. Sebab, ia mengklaim, di negara maju, perbedaan upah lulusan setara SMA dan universitas hanya berbeda 15-20 %. Kendati demikian, menurut Nizam, pendidikan tinggi akan mampu menawarkan kenaikan pendapatan dan karier yang jauh lebih cepat dibandingkan yang tidak berpendidikan tinggi. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :