;

Menunggu Insentif dan Ekosistem Kendaraan Listrik

14 Jul 2022 Kompas
Menunggu Insentif dan
Ekosistem Kendaraan Listrik

Setelah terbit Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), belum ada perkembangan signifikan, baik dalam produksi maupun penjualan KBLBB dalam negeri, terutama mobil listrik murni (all electric car). Dengan dukungan cadangan sumber daya yang cukup melimpah plus hilirisasi, secara ideal perlu dibangun ekosistem industri KBLBB nasional yang (akan) melibatkan regulator, industri manufaktur KBLBB, industri manufaktur baterai listrik, industri komponen, penyedia charging station, asosiasi industri otomotif, dan lainnya. Nilai strategisnya lebih tinggi jika BUMN juga menjadi pemain kunci, baik pada industri manufaktur KBLBB maupun baterai KBLBB. Pemerintah melalui holding Indonesian Battery Corporation (IBC) telah berupaya untuk mengakuisisi Street Scooter Engineering, pabrikan KBLBB asal Jerman, tetapi tidak berhasil. Pabrikan itu kini telah diakuisisi oleh Odin Automotive asal Luksemburg. Ketika akuisisi gagal, strategi lainnya tentu butuh waktu agak lebih panjang. IBC mungkin saja menggandeng PT Pindad, PT LEN, Hyundai, dan sejumlah perguruan tinggi untuk mengembangkan prototipe mobil listrik nasional, untuk kemudian diproduksi secara massal. Selain Hyundai, kerja sama dengan pabrikan otomotif Turki yang lebih ”ramah transfer teknologi” menjadi alternatif

Mendongkrak pasar KBLBB tentu tidak hanya melibatkan sisi suplai, tetapi juga sisi permintaan. Dalam hal ini, Norwegia dapat dijadikan referensi, tahun 2020 norwegia merajai jumlah kendaraan listrik per 1.000 penduduk, yakni sebanyak 81, disusul Eslandia (35,8). Keberhasilan Norwegia sebagai world’s top-selling electric-vehicle market per capita dapat menjadi pembelajaran, tingginya adopsi KBLBB di negara tersebut berkat dukungan di bauran kebijakan yang menguntungkan, harga BBM fosil yang relatif tinggi, dan upaya-upaya dari asosiasi KBLBB di tingkat akar rumput yang impresif. Norwegia akan menjadi negara pertama di dunia yang bakal melarang penjualan kendaraan berbasis BBM fosil pada 2025. Konsisten dengan keberlanjutan, pabrik daur ulang baterai KBLBB terbesar di Eropa telah beroperasi di Fredrikstand, dengan kapasitas 12.000 ton per tahun atau sekitar 25.000 unit baterai KBLBB. Sejak 1990, seabrek insentif diberikan oleh parlemen/pemerintah Norwegia untuk kendaraan beremisi nol (zero emission vehicle/ZEV), khususnya KBLBB. Sebut saja pembebasan pajak impor (sejak 1990), pengecualian dari PPN 25 % untuk pembelian KBLBB, pembebasan pajak jalan (1996-2021, yang kemudian diberlakukan mulai 2022). Selain itu, gratis jalan tol (1997-2017). (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :