Target Transisi Energi Melentur Hadapi Krisis
Krisis energi yang terjadi akibat konflik Rusia-Ukraina membuat negara-negara G20 perlu menyesuaikan kembali komitmennya terkait target transisi energi. Hal itu mengemuka dalam pembahasan Kelompok Kerja Transisi Energi di acara Pertemuan Tingkat Sherpa G20 Ke-2 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (11/7). Isu transisi energi juga dibahas pada dua kelompok kerja lainnya, yaitu Kelompok Kerja Lingkungan dan Iklim Berkelanjutan (Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group) serta Kelompok Kerja Perdagangan, Industri, dan Investasi(Trade, Industry and Investment Working Group).
Ketua Kelompok Kerja Transisi Energi Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, secara umum, negara-negara G20 tetap berpegang pada komitmen mempercepat transisi energi menuju penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sesuai target Nationally Determined Contribution (NDC) setiap negara. Meski demikian, strategi dan tahapan implementasi transisi itu berbeda-beda, disesuaikan ulang dengan krisis energi yang saat ini terjadi akibat ketegangan geopolitik. Strategi itu juga disesuaikan dengan kepentingan sejumlah negara yang pertumbuhan ekonominya masih bergantung pada energi fosil, salah satunya Indonesia. (Yoga)
Tags :
#Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023