Diversifikasi Bahan Baku Jadi Strategi
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman (5/7) mengatakan, akibat dinamika perekonomian global yang tak menentu itu, hampir semua komoditas bahan baku saat ini mengalami kenaikan harga. Hal itu semakin diperburuk dengan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap USD. Pada penutupan perdagangan, Selasa, rupiah berada di level Rp 14.985 per USD, semakin mendekati level psikologis Rp 15.000 per USD. Hal ini ikut menekan industri manufaktur dalam negeri yang masih memiliki ketergantungan tinggi pada bahan baku impor.
Untuk menyikapi ketidakpastian krisis rantai pasok, diversifikasi dan substitusi bahan baku dijadikan strategi andalan. ”Kita harus punya alternatif, kalau bahan baku ini mahal, ganti yang lain. Industri harus memetakan dan menyiapkan cadangan,” tutur Adhi. Komoditas pangan yang produktivitasnya tinggi dan bisa disediakan di dalam negeri, seperti jagung, singkong, dan sagu, dijadikan substitusi andalan bahan baku sejumlah produk makanan-minuman. Mi instan yang bergantung pada tepung terigu dari gandum dapat diganti tepung beras atau jagung, sehingga industri diharapkan tidak bergantung pada bahan impor dan mengerek harga produk jadi karena biaya input yang melonjak.
Di sektor tekstil, strategi diversifikasi dan substitusi bahan baku juga sudah dijalankan sejak rantai pasok pertama kali terdisrupsi pada awal pandemi. Sekjen Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, tiga tahun terakhir sudah mulai ada pergeseran dari bahan baku serat kapas impor ke poliester dan rayon yang diproduksi secara lokal. Diversifikasi bahan baku lokal kini masih berlanjut, khususnya ke arah produk khusus, seperti serat/benang tahan api, benang antibakteri, dan serat berwarna. Meski demikian, sektor tekstil tetap ikut merasakan dampak bawaan dari krisis rantai pasok saat ini. (Yoga)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023