JAMU PENYEHAT BUMN
Suntikan modal dari pemerintah kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) diharapkan menjadi katalis bisnis korporasi pelat merah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain menjadi jamu untuk menyehatkan neraca keuangan, aliran dana segar itu juga menjadi akselerator proyek-proyek pembangunan pemerintah yang digarap oleh BUMN. Kendati demikian, pemerintah disarankan untuk cermat memantau kinerja BUMN penerima PMN, agar dana yang disalurkan benar-benar efektif sesuai tujuannya, sekaligus tidak terus menggerus keuangan negara. Pada tahun ini, dana sebesar Rp38,5 triliun dialokasikan sebagai PMN kepada sejumlah BUMN. Adapun pada tahun depan, anggaran PMN diusulkan meningkat menjadi Rp73,26 triliun untuk 10 BUMN. Umumnya, aliran PMN memiliki tiga tujuan utama, yakni penugasan, pengembangan usaha, dan penyelamatan BUMN sakit. PMN penugasan kerap diberikan kepada BUMN yang menggarap proyek-proyek negara seperti BUMN Karya. Dana itu juga diberikan kepada BUMN yang memiliki kewajiban layanan publik seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Damri.
Tags :
#ModalPostingan Terkait
KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp 2 Miliar
Penetrasi Asuransi Swasta Masih Meluas
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023