;

PEREKONOMIAN DAERAH, Beban Berat Peti Kemas Kosong dari Pelabuhan Kendari

22 Jun 2022 Kompas
PEREKONOMIAN DAERAH, Beban Berat Peti Kemas Kosong dari Pelabuhan Kendari

Dibangun dengan anggaran Rp 1,1 triliun, Kendari New Port berjuang untuk bisa menjadi lokomotif pengiriman barang dari Sulteng. Namun, pasar yang masih belum terkonsolidasi dan tingginya biaya logistik berujung puluhan ribu peti kemas tanpa muatan terpaksa dikirim dari pelabuhan ini. Upaya jangka panjang diperlukan untuk mengungkit arus barang dari Bumi Anoa. Muhtamar, petugas kontrol Kendari New Port, menerangkan dengan teknologi dan peralatan di terminal seluas lima hektar ini, alur bongkar muat barang semakin cepat dan mudah. Kapasitas bongkar muatnya bisa 25 kontainer per jam. Pengaturan dan pemuatan peti kemas juga jauh lebih mudah daripada pembongkaran. Sebab, sebagian besar peti kemas tidak berisi muatan.

Berdasarkan data Pelindo Regional IV Kendari New Port, jumlah peti kemas tanpa muatan pada 2021 sebanyak 37.914 TEUs. Jumlah ini meningkat dari 31.469 pada 2020 dan 32.027 pada 2019. Adapun jumlah peti kemas dengan muatan berturut-turut 14.262 TEUs pada 2021, 15.329 TEUs pada 2020, dan 16.022 TEUs pada 2019. Hal ini berarti peti kemas yang dikirim balik tanpa muatan dari Kendari New Port sangat dominan dari tahun ke tahun. Pada 2021, jumlahnya 2,6 kali lipat dari peti kemas dengan muatan. GM Pelindo Regional 4 Kendari New Port Suparman menyebutkan, hal ini terjadi karena barang dan hasil bumi dari wilayah ini tidak terkonsolidasi dengan baik dan maksimal. Akibatnya, berbagai hasil pertanian, kelautan, dan lainnya tidak bisa dimaksimalkan. Peti kemas yang dikirim dari Kendari pun kembali tanpa muatan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :