BISNIS PENERBANGAN : RUTE LUAR NEGERI DILIRIK
Sejumlah maskapai penerbangan nasional mulai mengaktifkan kembali layanan rute internasional seiring dengan tingginya permintaan penerbangan lintas negara. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra mengatakan permintaan penerbangan ke luar negeri itu terus melonjak kendati ada penyesuaian harga tiket pesawat. “Untuk kelas bisnis dan internasional itu berlaku hukum supply and demand. Jadi, saat ini demand masih tinggi, meski dengan adanya penyesuaian tarif,” ujarnya, Kamis (9/6). Dia optimistis mahalnya harga tiket pesawat rute internasional tidak meredam permintaan masyarakat untuk pelesiran ke negara lain setelah redanya pandemi Covid-19. Sejalan dengan upaya restrukturisasi yang tengah ditempuh, perseroan melakukan sejumlah evaluasi terhadap rute internasional yang terus merugi. Pada awal 2020, perusahaan memangkas rute penerbangan ke Amsterdam, London, dan Nagoya. Kemudian pada 2021 menutup rute ke Perth dan Melbourne.
CEO Batik Air Mushafiz Bin Mustafa Bakri menyatakan pembukaan rute itu memberikan nilai lebih bagi kedua negara dengan transit di Denpasar. Alasannya, Bali adalah salah satu tujuan reguler bagi para pelancong dari Melbourne dan Kuala Lumpur. Dia berharap pengoperasian rute mendukung pemulihan perekonomian global untuk kawasan Asia dan Australia yang dijalankan secara bertahap. Batik Air menawarkan harga terbaik dari Bali ke Melbourne dan Melbourne ke Bali mulai dari Rp2,6 juta. Menurutnya, Batik Air juga akan membuka kembali rute penerbangan internasional tanpa henti (nonstop) dari destinasi Medan ke Penang.
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023