;

Alokasikan Untung untuk Menjaga Tren

Ekonomi Yoga 09 Jun 2022 Kompas
Alokasikan Untung
untuk Menjaga Tren

Pemerintah dan korporasi diharapkan ”mendaur ulang” hasil booming komoditas guna menjaga tren pertumbuhan ekonomi di tengah potensi kenaikan inflasi. Pendapatan dari kenaikan harga komoditas itu dapat dialokasikan ke sektor lain atau diinvestasikan kembali untuk mengembangkan usaha. Kepala Ekonom Citibank Indonesia Helmi Arman (8/6) berpendapat, Indonesia merupakan eksportir sekaligus importir bersih komoditas pangan dan energi. Tak heran jika kenaikan harga batubara, minyak mentah, dan CPO menjadi ”durian runtuh” (windfall) sekaligus memunculkan tambahan pengeluaran akibat kenaikan harga pangan dan energi di dalam negeri. ”Dampak positif dan negatifnya bisa dilihat dari sisi korporasi, rumah tangga, dan fiskal negara,” kata Helmi dalam diskusi ”Tinjauan Komoditas Indonesia: Prospek dan Tantangan” yang digelar Bank Pembangunan Asia (ADB).

Berdasarkan perkiraan Citi Research, booming komoditas membuat korporasi besar mendapatkan aliran kas masuk 1,5 % PDB. Angka itu diperoleh dari pendapatan atas ekspor 1,4 % PDB dan pembelian konsumen atau rumah tangga 0,1 % PDB. Pendapatan korporasi tersebut dapat menambah PDB nasional sebesar 0,5 %. Sementara aliran kas rumah tangga justru minus 0,4 % PDB. Menurut Helmi, korporasi besar dapat memanfaatkan keuntungan dari durian runtuh ini untuk menjaga tren pertumbuhan. Keuntungan dapat digunakan untuk meningkatkan investasi ke sektor lain. Di sisi fiskal, booming komoditas menambah kas negara, tetapi tambahan dana itu dipakai untuk berbagai pembiayaan, termasuk pengendalian pandemic Covid-19, subsidi energi, dan perlindungan sosial. Fiskal dan pangan. (Yoga)


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :