Inflasi dan Pengangguran Bayangi Pemulihan
Tren positif pemulihan ekonomi dibayangi inflasi yang diperkirakan tinggi dan pengangguran yang belum kembali seperti sebelum pandemi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ketiga motor penggerak pertumbuhan ialah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,34 %, investasi 4,09 %, dan ekspor 16,22 %. Kepala BPS Margo Yuwono (9/5) mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi dipacu mobilitas masyarakat yang mulai normal. Hal itu terutama terlihat dari geliat sektor ritel, industri pengolahan, serta otomotif dan transportasi. Adapun pertumbuhan ekspor dipengaruhi kenaikan harga komoditas, seperti minyak mentah, CPO, batubara, dan nikel. Tingkat inflasi April 2022 mencapai 0,95 % secara bulanan atau tertinggi sejak Januari 2017. Tingkat inflasi tahunan 3,47 % atau sudah berada di kisaran target inflasi pemerintah dan BI sebesar 3-4 %.
Komoditas penyumbang inflasi terbesar pada April 2022 adalah minyak goreng yang andilnya 0,19 %, pertamax 0,16 %, dan avtur yang berpengaruh pada kenaikan harga tiket pesawat 0,08 %. Inflasi ini tak lepas dari imbas kenaikan harga minyak mentah dan CPO global. BPS menyebut geliat ekonomi triwulan I-2022 membuat pengangguran berkurang. Dalam setahun, tingkat pengangguran turun 350.000 orang menjadi 8,54 juta orang pada Februari 2022. Namun, angka itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran Februari 2020 atau sebelum pandemi yang 6,93 juta orang.
Kepala Studi Ekonomi Politik Lembaga Kajian Ekonomi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta, Achmad Nur Hidayat berpendapat, secara tahunan, konsumsi rumah tangga triwulan I-2022 tumbuh signifikan, 4,34 %. Namun, diban- dingkan dengan triwulan IV-2021, pertumbuhannya hanya 0,19 %. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih jauh di bawah ambang normal sebelum pandemi yang rata-rata 5 %. Artinya, daya beli masyarakat meningkat, tetapi masih di bawah situasi normal. Mentko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,01 % pada triwulan I-2022 tergolong stabil. Pertumbuhan itu hamper sama dengan pertumbuhan pada triwulan IV-2021 yang 5,02 %. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023